MEDIA & PUBLIKASI

  • Melihat apa yang tidak dilihat orang lain...


Tarif cukai SKM naik, Nojorono Kudus kaji opsi naikkan harga jual





08 February 2021

Nojorono Kudus mengkaji opsi menaikkan harga rokok sigaret  kretek  mesin (SKM) perusahaan. Pertimbangan berdasar pada penerapan tarif baru cukai  hasil tembakau (CHT).

Managing Director Nojorono Kudus, Arief Goenadibrata mengatakan, kenaikan  harga rokok tidak terelakkan di tengah kenaikan tarif cukai, sebab cukai  merupakan salah satu komponen terbesar dalam harga jual rokok.

Hanya saja, Arief mengaku belum bisa menaksir seberapa kenaikan harga yang  akan Nojorono terapkan.

“Seberapa besar kenaikannya, masih kami pertimbangkan, mengingat daya beli  masyarakat sedang mengalami penurunan. Sebagai perusahaan yang sudah berdiri  lebih dari 88 tahun, kami pasti akan mempertimbangkan selera dan daya beli  konsumen,” kata Arief kepada Kontan.co.id, Senin (8/2).

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Keuangan telah menerbitkan  Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai  Hasil Tembakau.

Dengan adanya beleid tersebut, tarif cukai untuk rokok pada golongan SKM dan  SPM mengalami kenaikan per 1 Februari 2021.

Pada golongan SKM I, kenaikan tarif cukai ditetapkan sebesar 16,9%.  Sementara itu, kenaikan tarif cukai pada golongan SKM II ditetapkan sebesar  13,8% pada golongan SKM II A dan  15,4% pada SKM II B.

Pada kategori SPM, kenaikan rokok golongan SPM I ditetapkan sebesar 18,4%.  Sementara itu, kenaikan tarif cukai pada golongan SPM II ditetapkan sebesar  16,5% untuk SPM II A dan 18,1% untuk SPM II B.

Sementara itu, tarif cukai untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) baik untuk  golongan I A, IB, II A maupun II B tidak mengalami kenaikan. Dengan demikian,  rata-rata kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2021 mencapai sebesar 12,5%.

Nojorono juga terdampak oleh kenaikan tarif cukai, sebab Nojorono juga  memiliki lini produk Clas Mild dan Clas Mild Silver pada segmen golongan SKM.  Meski begitu, Nojorono juga memiliki portofolio produk rokok di lini SKT, yaitu  Minak Djinggo.

Sementara itu, tarif cukai untuk  Sigaret Kretek Tangan (SKT) baik untuk golongan I A, IB, II A maupun II B tidak  mengalami kenaikan. Dengan demikian, rata-rata kenaikan tarif cukai rokok pada  tahun 2021 mencapai sebesar 12,5%.

Nojorono juga terdampak oleh  kenaikan tarif cukai, sebab Nojorono juga memiliki lini produk Clas Mild dan  Clas Mild Silver pada segmen golongan SKM. Meski begitu, Nojorono juga memiliki  portofolio produk rokok di lini SKT, yaitu Minak Djinggo.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id,  Nojorono baru saja meluncurkan varian  produk SKT baru dengan inovasi  anyar tahun lalu, yaitu Minak Djinggo Rempah.

Arief berujar, Nojorono mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tidak  meningkatkan tarif cukai rokok SKT.

“Kami mengapresiasi Pemerintah karena tidak menaikkan harga cukai rokok SKT,  karena itu sejalan dengan komitmen kami untuk mempertahankan tenaga kerja di  pabrik kami. Saat ini tujuan kami memang mempertahankan mereka agar tetap bisa  mendapatkan penghasilan, mengingat situasi ekonomi sedang mengalami tantangan,”  ujar Arief.

Di tengah kenaikan tarif cukai SKM, Nojorono  berkomitmen untuk berusaha sebaik mungkin memenuhi permintaan konsumen. Selain  itu, Nojorono juga akan menjaga peningkatan brand awareness dan brand image.

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/tarif-cukai-skm-naik-nojorono-kudus-kaji-opsi-naikkan-harga-jual?page=1


« Back