MEDIA & PUBLIKASI

  • Melihat apa yang tidak dilihat orang lain...


Nojorono Raih Penghargaan “Indonesia Living Legend”





15 October 2020

PT Nojorono Tobacco International  (Nojorono) merupakan salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia meraih penghargaan Indonesia Living Legend Company 2020. Penghargaan yang digagasi oleh majalah SWA ini melalui proses kurasi dan penilaian terhadap sejumlah perusahaan di Indonesia yang berusia di atas 50 tahun. Perusahaan terpilih dinilai telah berhasil menaklukkan berbagai tantangan dan krisis ekonomi yang bergulir.

Nojorono sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo dan Clas Mild berpusat di kota Kudus, Jawa tengah didirikan sejak tahun 1932.Perusahaan ini sudah berkiprah selama lebih dari delapan tahun dan saat ini menduduki posisi kelima dalam kategori industri rokok terbesar di Indonesia. 

Presiden Direktur Nojorono Stefanus JJ Batihalim menyampaikan ucapan tulus terimakasih kepada SWA untuk anugerah penghargaan yang diberikan. “Berkiprah selama 88 tahun hampir sembilan dekade, perusahaan dibekali prinsip warisan leluhur yang menjadi pondasi kuat untuk menopang roda bisnis perusahaan tetap berputar,  dan terus berkembang untuk mampu memberkati banyak insan hingga saat ini.  Terima kasih untuk penghargaan yang diberikan karena memiliki nilai sentimental bagi generasi penerus yang dipercayakan oleh para pendiri perusahaan. Penghargaan ini menambah catatan sejarah prestasi yang membanggakan bagi perusahaan,” ungkapnya.

Direktur Pengelola Nojorono, Arief Goenadibrata menambahkan, “Penghargaan Indonesia Living Legend Company 2020 merupakan wujud nyata hasil karya lintas generasi. Penghargaan ini tentunya menjadi semangat untuk meningkatkan prestasi sebagai perusahaan yang “best managed”, sesuai dengan visi perusahaan.”

Firma Nojorono berdiri pada tanggal 14 Oktober 1932, berbentuk Commanditaire Vennootschap, di Kota Pati. Di sinilah cikal bakal PT Nojorono Tobacco International atau PT NTI dimulai. Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang makin pesat di kala itu, pada tahun 1934 pabrik dipindahkan ke Kota Kudus. Lompatan besar terjadi di tahun 1973, saat Firma Nojorono berganti status menjadi perseroan terbatas, dan nama perusahaan menjadi PT Nojorono Tobacco Company Limited. Terobosan berikut dari perusahaan ini adalah diluncurkannya Clas Mild, produk LTLN di tahun 2003, yang kemudian melesat menjadi nomor dua terbesar dalam pangsa pasarnya, hanya dalam waktu dua tahun. Saat ini Nojorono menduduki posisi top 5 players dalam industri sigaret di Indonesia.


« Back